Category

Warita

Category

[2.408, 1.994 atau 1.800 Pulaukah?] Saya selalu bercanda ke tiap teman yang agak gentar mengarungi lautan di Kepri. Khususnya untuk perlayaran jarak dekat. Entah dari Batam ke Karimun atau Tanjungpinang. Atau ke Tanjunguban yang berdurasi 15 menit untuk kemudian menjelajah jalur darat ke Tanjungpinang. Atau bermain-main dengan boat pancung, untuk…

Kubilai, kau kutip apapun perkataan Tuhan yang kau anggap cocok. Ini perbualan Kubilai Khan dengan Permaisuri Chabi. Chabi menyindir suaminya, Kubilai, cucu Jenghis Khan. Yang hanya mengambil potongan ayat untuk membenarkan kebijakannya. Untuk memperluas daerah taklukkan dan keinginan lainnya. Kutipan itu saya nikmati ketika menuntaskan serial Marco Polo. Untuk mencari…

Dulu, semasa di Pekanbaru, cukup akrab dengan GOR Tribuana. Beberapa kali menonton konser musik di sini. Dan hanya masuk untuk menonton konser. Tak pernah menyaksikan iven olah raga. Ketika Stadion Sepakbola di Dompak, Tanjungpinang, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau dinamai Gelora Sri Tri Buana, ingatan teralihkan ke Pekanbaru. Terkenang serunya…

Waktu itu, memang dilarang memakannya. Takut cepat lupa. Apalagi kalau dah belajar dan menghafal, nanti kelupaan kalau termakan makanan ini. Kami menyebutnya lupa ikan. Istilah populernya adalah gelembung ikan atau fish maw. Di antara jeroan ikan lainnya, lupa ikan ini selalu disertakan saat dimasak. Terlebih ketika digulai lemak atau asam…

Ternyata kebencian itu merusak dan aku tak suka itu. Itu kata Iron Man, dalam lakon di Avengers: End Game ketika nak berbaik-baik lagi dengan Capten America. Karena sebelumnya mereka berdua macam saling benci. Sampai menemukan musuh bersama: Om Thanos. Walaupun merusak, pada beberapa manusia, kebencian itu dipelihara. Malah disemai kemana-mana.…

Belum jauh membuka lembaran buku ini, saya langsung tergoda dengan salah satu pengantarnya. Terutama tentang manusia yang bahagia. Tentu semua ingin bahagia. Kata Chen Wei, hanya ada dua jenis manusia yang bahagia di dunia ini. Pertama, manusia-manusia yang suka membual. Dan kedua, manusia-manusia yang senang mendengarkan “para pembual.” Maka, jadilah…