PIANTAN

Banyak hal yang berubah. Setelah pandemi covid19 melanda dunia ini. Dalam Maret ini, tepat setahun wabah itu mulai melanda Kepulauan Riau. Mulai ada yang mengubah haluan. Mencoba untuk bertahan. Juga perubahan kebijakan-kebijakan. Terutama di pemerintahan, yang berpengaruh pada jalan kehidupan. Ketika kasus pertama terungkap di Jakarta pada awal Maret 2020, saya memang melihat kesiapsiagaan pada

SEKETIP

Usai bertemu setiap tanjakan selalu ada turunan. Itulah kebahagiaan. Jangan pernah berpikir di ujung tanjakan ada bakwan atau rumah makan. Bisa terhenti aktivitas, bersepeda misalnya. Bagi pesepeda, tanjakan adalah tantangan. Apalagi yang kemiringannya semakin tinggi, akan semakin beratlah menanjak. Bersepeda tanpa menemukan tanjakan adalah kemustahilan. Kecuali memang niat mencari jalan datar. Di Batam rasanya sulit,

WARITA

Kubilai, kau kutip apapun perkataan Tuhan yang kau anggap cocok. Ini perbualan Kubilai Khan dengan Permaisuri Chabi. Chabi menyindir suaminya, Kubilai, cucu Jenghis Khan. Yang hanya mengambil potongan ayat untuk membenarkan kebijakannya. Untuk memperluas daerah taklukkan dan keinginan lainnya. Kutipan itu saya nikmati ketika menuntaskan serial Marco Polo. Untuk mencari jalan cerita Penjelajah yang hebat

NURAGA

Dian Sastro bilang dia harus ke sana. Karena hanya ada di situ. Jadi sayang kalau sudah sampai ke Pontianak, Kalimantan Barat tidak sampai ke situ. Saya juga. Harus ke tempat yang ingin dituju Dian Sastro. Di situ mulai ada persamaan, saya dan Dian. Untuk menikmati Pengkang. Maka, pencarian Pondok Pengkang pun teragenda. Ketika ke Pontianak.

PADUK

Awal Juni lalu, untuk pertama kalinya pesanan majalah Mata Puisi sampai melalui surat elektronik. Di antara semua bahasan itu, perihal hari puisi nasional menjadi bagian yang saya baca dengan seksama. Intinya, harus ada hari untuk itu. Perserikatan Bangsa Bangsa pun, sejak 21 Maret 1999 menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Puisi Sedunia. Bagi komunitas tertentu, penetapan

BOSETA

Buku-buku di rak itu mulai berserakan. Berserak itu bukan karena sering gonta ganti mengambil buku untuk dibaca. Lebih karena membeli beberapa buku, dan meletakkannya. Walau sesekali melihat judul dan terniat untuk menuntaskannya. Saat jeda aktivitas ada, buku-buku itu mulai dirapikan. Ternyata, selama dua tahun, lebih banyak membeli buku yang berkaitan dengan sepakbola. Dua buku tentang