Agaknya mereka tak berkampanye seperti musim pilkada di negeri kami dulu itu. Misalnya mengusung tagar PialaEropaSehat. Meski demikian, stadion-stadion terbuka untuk penonton. Mulai dari kapasitas yang 25 persen hingga penuh seratus persen penonton boleh datang.

Waktu musim kontestasi memilih pemimpin di daerah, slogan PilkadaSehat memang menggema di mana-mana. Masyarakat diundang datang, gunakan hak pilihnya. Tentu diminta taat protokol kesehatan.

Walaupun PilkadaSehat sukses, namun programnya tak bisa diulang dengan tagar MudikSehat. Saat “hari kemenangan” Idul Fitri tiba, masyarakat tak bisa menang melawan ancaman pandemi corona. Karena itu, tradisi balik kampung memasuki tahun kedua tidak boleh digaungkan.

Tahun pertama wabah ini melanda, banyak aktivitas terhenti. Untuk menekan sebaran virus itu. Termasuk berjamaah di masjid saat tarawih dan mudik. Iven-iven besar dunia pun tertunda atau terbatalkan. Termasuk Piala Eropa 2020 yang akhirnya digelar tahun 2021.

Tahun ini, sejak 12 Juni hingga 12 Juli dinihari, pecinta bola akan menikmati suguhan aktor-aktor lapangan hijau. Baik yang namanya sudah akrab, maupun yang kurang terdengar kebintangannya.

Ada 24 negara yang lolos untuk memperebutkan Tropi Henry Delaunay ini. Turnamen empat tahunan ini bakal digelar di sebelas venue pada sebelas kota. Sebaran sebelas tempat ini bukan bagian dari memperbanyak tempat agar tak terjadi kerumunan massa melainkan untuk memperingati 60 tahun Piala Eropa.

Kesepakatan itu pun sudah didapat pada Desember 2012. Ada pun sebelas kota untuk melangsungkan babak penyisihan itu adalah Roma (Italia), Sevilla (Spanyol), Amsterdam (Belanda), London (Inggris), Munchen (Jerman), Kopenhagen (Denmark), St Petersburg (Rusia), Glasgow (Skotlandia), Baku (Azerbaijan), Bukarest (Rumania), dan Budapest (Hungaria).

Setelah babak penyisihan, ada 16 negara yang akan lolos ke babak perdepalan final. Entah siapa yang beruntung saat penyisihan di enam grup itu. Ada Italia, Swiss, Turki dan Wales di Grup A. Di Grup B ada Belgia, Rusia, Denmark, Finlandia. Untuk Grup C ada Ukraina, Belanda, Austria dan Makedonia Utara. Inggris bergabung bersama Kroasia, Republik Ceko dan tetangga dekat Skotlandia di Grup D. Grup E menghadirkan pertemuan antara Spanyol, Polandia, Swedia dan Slovakia. Penyisihan seru tersajikan di Grup F ketika juara bertahan Portugal diuji Prancis, Jerman dan Hungaria.

Dua pemuncak klasemen tiap grup dan empat peringkat tiga terbaik akan bertanding di tujuh venue dari 11 negara itu. Saat delapan negara melaju ke perempatfinal, empat venue sudah ditetapkan di Rusia, Jerman, Azerbaijan, dan Italia.

Babak selanjutnya ada di Stadion Wembley, London. Mulai laga semifinal pada 7 dan 8 Juli hingga puncaknya pada 12 Juli dini hari semua diselenggarakan di Inggris.

Ketika beberapa negara masih meminimalisir adanya kerumunan, stadion-stadion penyelenggara terbuka untuk penonton. Dengan kapasitas yang disesuaikan. Dan, selalu menggunakan masker serta taat protokol kesehatan. Juga menyertakan tes covid19 yang negatif. Tak terkonfirmasi pula, apakah cukup rapid tes antigen atau semacam genose versi setiap negara atau harus swab.

Negara-negara penyelenggara pun sudah bersepakat dengan UEFA, tentang kapasitas penonton. Yang menarik, Hongaria, yang membuka peluang 100 persen penonton untuk hadir di Puskas Arena, Budapest. 67.215 penonton bisa mengisi kursi-kursi di stadion itu. Untuk negara yang berpenduduk hampir 10 juta ini, sudah 806 ribu yang sempat terkonfirmasi positif. Barangkali, kasus harian yang rendah membuat mereka berani membuka 100 persen. Lebih rendah dari kasus di Kepri sepanjang April dan Mei tahun 2021. Rata-rata selalu di bawah 200 kasus positif perhari. Tapi untuk ke stadion ini harus sudah ada sertifikat vaksinasi.

Dua negara membuka kapasitas 50 persen untuk stadion mereka, yaitu Saint Petersberg di Rusia dan Baku di Azerbaijan. Di Baku, penonton dibatasi hanya untuk penduduk lokal, serta peserta dari Grup A dan dua negara yang tanding untuk perempatfinal. Di negara yang berpenduduk 10 juta ini pun kasus hariannya sudah di bawah 100 orang perhari dengan total terkonfirmasi positif sebanyak 335 ribuan.

Walaupun yang terkonfirmasi mencapai lima juta lebih, Rusia tetap membuka kapasitas stadion sebanyak 50 persen. Pada 9 Juni 2021, tercatat kasus hariannya lebih dari 10 ribu, dari total 145 juta penduduknya.

Di Amsterdam (Belanda), Bucharest (Rumania), Glasgow (Skotlandia), dan Roma (Italia) akan menampung 25 persen dari kapasitas stadion. Belanda, sampai saat ini sudah lebih 1,6 juta yang terkonfirmasi positif. Jumlah kasus hariannya mencapai 1.700 orang.

Rumania, sudah 1,079 juta yang positif dengan kasus harian yang rendah. Sama seperti Kabupaten Karimun kasus harian untuk tanggal 9 Juni nya: hanya 140 orang. Di Italia, sudah 4,2 juta yang positif dengan kasus harian terakhir mencapai 2.199.

Stadion Kopenhagen, Denmark, membuka maksimal 33 persen kapasitas untuk penonton. Di negara ini, kasus positif covid19 nya baru mencapai 288 ribu lebih dengan kasus harian menjelang digelar turnamen mencapai 904 orang.

Di Sevilla, Spanyol, 30 persen stadion atau sekitar 18 ribu penonton bisa hadir di stadion. Di Negeri Matador itu, sudah lebih dari 3,3 juta yang positif dengan kasus harian terakhir 4.427. Di Jerman, tepatnya Munich hanya menyediakan kapasitas sebesar 22 persen. Atau hanya 14,5 ribu penonton yang bisa hadir di stadion. Di Jerman, sudah 3,7 juta asien yang positif dengan kasus harian terakhir 3.275.

Inggris, negara yang menyelenggarakan partai final, hanya mengizinkan 25 persen kapasitas Stadion Wembley untuk penonton. Itu pun kapasitas untuk penyisihan grup dan babak 16 besar. Saat semifinal dan final, memungkinkan negara yang kasus hariannya menjelang Euro2020 ini mencapai 7.540 meningkatkan kapasitas untuk penonton ke stadion

Untuk kasus harian di tanggal yang sama menjelang Piala Eropa, jumlahnya tak jauh dengan Indonesia yang mencapai 7.000-an perhari. Total kasus terkonfirmasi positif untuk Britania Raya (yang di dalamnya termasuk Skotlandia) sudah mencapai 4,5 juta lebih.

Dari sebelas tuan rumah itu, enam venue warganya yang terkonfirmasi positif covid19 berada di atas jumlah Indonesia. Mereka berada pada angka tiga hingga 5 juta yang positif. Indonesia, sampai 10 Juni 2021 masih di bawah dua juta.

Pada laga-laga persahabatan menjelang turnamen, beberapa stadion pun sudah dihadiri penonton. Pada Opening Ceremony menjelang laga perdana di Stadion Olimpico Roma, Italia, yang dipastikan bakal dihadiri 18.170 penonton. Atau 25 persen dari kapasitas stadion.

Keberanian tiap tuan rumah “membuat” kerumunan di stadion patut disimak. Bahwa ketika ada kemauan, pandemi ini bisa dilawan. Dengan disiplin dan dukungan semua pihak.

Kata Wakil Sekretaris Olahraga Italia, Valentina Vezzali, pada tanggal 11 Juni 2021 ini, mereka berharap dapat menjadi momen puncak dari proses kelahiran kembali seluruh gerakan olahraga.

Di tengan pandemi yang belom berakhir ini, mereka berani melawannya dengan tetap berkerumun. Sepertinya Eropa ingin menyampaikan pesan bahwa Piala Eropa 2020 ini menjadi momentum mereka bisa kembali ke kehidupan norman seperti sebelum wabah ini melanda.

Negeri ini pun pernah punya semangat itu. Kampanye New Normal sempat semarak. Tapi ketika tahun ini gelombang pandemi melanda lagi, semua fokus menekan agar semakin landai angka terkonfirmasi positifnya.

Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) pun sudah menyiapkan sejumlah skenario terkait pandemi. Termasuk memindahkan vanue pertandingan. Seperti Liga Champions 2021, yang harusnya diselenggarakan di Turki, namun berpindah ke Portugal.

Selama sebulan ke depan, mari saksikan keindahan di lapangan hijau. Juga resiko-resiko di lapangan corona yang masih terus bergentayangan.

Eropa berharap ini jadi momentum. Kita cukup jadi penonton. Di rumah saja. Tak boleh nonton bareng. Terlebih tak ada kampanye PialaEropaSehat

Write A Comment