Beberapa kali, mengutip quote-quote yang menurut saya menarik dari sebuah film. Walau lebih banyak dijadikan status medsos daripada perenungan. Seperti kata Iron Man di Avengers: End Game: ternyata kebencian itu merusak dan aku tak suka itu.

Film-film baru rilis menjadi sumber pengutipan quote itu. Masih baru. Selalu segar. Apalagi yang meledak di pasaran. Untuk semua jenis film. Hollywood, Indonesia, China. Sesekali Korea dan Bollywood. Juga beberapa film luar negeri yang sering ditayang di grup studio cgv.

Kini, sudah hampir tujuh purnama tak lagi bertemu film-film baru. Di layar bioskop. Pandemi covid19 lah penyebabnya. Yang menularnya begitu cepat. Terutama untuk yang tak berjarak, tak bermasker dan model paparan lainnya.

Sejak pekan ketiga Maret 2020, bioskop-bioskop di Indonesia mulai menghentikan aktivitasnya. Dari kota utama tersebarnya wabah itu. April masih biasa-biasa saja ketika jadwal film tak lagi ada.

Setelah itu, kabar pembukaan bioskop saja yang terdengar. Juli, Agustus, dan September ini jadwal buka kembali bioskop selalu dituliskan media. Ketika kabar pembukaan itu beredar, prokontra juga ikut muncul. Seperti menonton bioskop dapat meningkatkan imun. Karena bahagia.

Tapi sampai penghujung September ini, kabar pembukaan tak menjadi nyata. Malah wabah itu makin menjadi-jadi. Rekor pasien terkonfirmasi positif terjadi di bulan ini. Termasuk di Kepri, dan Batam. Tembus di angka dua ribu. Melihat ledakan pasien, sepertinya bakal tak jelas lagi kapan pembukaan bioskop itu.

Jadi penasaran dengan kisah Scarlett Johansonn si Natasha Romanov dalam Black Widow. Mungkin jadi bagian akhir dia dalam Marvel Cinematic Universe. Di Avenger: End Game, Natasha mati untuk mendapatkan soul stone. Atau bagaimana kelanjutan kisah si cantik Gal Gadot dalam Wonder Women 1984.

Semua tertunda ke tahun hadapan. Dengan asumsi wabah mulai teratasi. Ketika vaksin mulai tersedia. Black Widow saja beberapa kali rilis jadwal baru, hingga ke 7 Mei 2021.

Jedanya aktivitas bioskop, tak melupakan keinginan menonton film. Tapi tiada yang baru. Beberapa aplikasi di telepon pintar menyediakannya.

Malah beberapa studio besar menyediakan platform tersendiri. Disney/Fok sudah menggempur negeri ini dengan Disney+Hotstar nya. Warner Bros dengan HBO Max. Universal Studio pun bersiap dengan Peacock. Paramount bakal menyediakan Paramount+. Tinggal grup Sony Picture aja yang masih belum ada. Tapi mungkin sedang menyiapkannya.

Sementara, beberapa pemain pun menyediakannya. Apple TV memberi kemanjaan untuk penggunanya. Netflix, Vidio, UseTv, Maxstream atau Mola tv juga menyediakannya. Beberapa dengan paket sepak bola yang punya penggemar tersendiri.

Tapi membosankan. Tidak semegah ketika di bioskop. Batam, dan Tanjungpinang beruntung memiliki beberapa studio dengan jaringan besar. Baik cinemaxxi, cgv, maupun cinepolis.

Beberapa kali singgah ke pusat perbelanjaan di Batam. Biasanya terniat untuk ke lantai paling atas. Tempat studio itu berada. Tapi sepertinya jalan ke sana seakan gelap.

Rabu dan akhir pekan, lewat aplikasi atau situs tiap studio selalu ingin tahu film apa saja yang akan tayang. Tapi kini semua tak menyediakannya. Hanya pesan-pesan kesabaran agar kita menunggu.

Kalau membuka web cinepolis, mereka bilang kami akan segera kembali. Di cgv, mereka berkata: kami janji akan kembali. Di web xxi, mereka berpesan: jikalau rindu, ini hanya sementara waktu.

Sementara waktu ini yang kita tak tahu.

Apakah ketika dibuka akan banyak penonton. Kedegilan peminat film tak ada yang tahu. Tapi ada juga yang coba berpikir waras dengan berniat tidak menonton sampai kondisi benar benar membaik.

Teman bincang film saya pun berniat belum akan menonton jika buka. Apalagi tiba-tiba ada ledakan pasien yang terpapar. Walaupun dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena semua tahu tipikal kebandelan beberapa penikmat film.

Katanya, dia ingin menjadi pahlawan bagi kesehatan dirinya. Juga orang-orang yang berinteraksi dengannya. Karena tidak tahu dengan corona ini. Bisa jadi sebagai pembawa.

Dia pun mengutip pesan Bibi May kepada Spiderman: saya percaya ada pahlawan dalam diri kita semua, yang membuat kita jujur, memberi kita kekuatan, membuat kita mulia.

Kalau saya, pasti akan menuntaskan kerinduan di dalam studio. Mengutip judul novel Eka Kurniawan: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Tapi, corona pasti mengintai untuk melibas.

 

Write A Comment