Empat kali. Pelantikan untuk pemimpin Kepri. Di Istana Negara Jakarta. Untuk satu periode kepemimpinan. Saya sempat berada disitu, di peristiwa-peristiwa pelantikan itu.

Kadang berbincang sebelum dan sesudah peristiwa yang membanggakan itu. Kadang memandang kegembiraan para pendukung. Kadang berfoto untuk mengenang pernah ada di sana. Istana Negara.

Ini kali pertama Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik langsung Presiden. Di Istana Negara. Sebelumnya, mereka dilantik oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden. Di ibu kota provinsi masing-masing. Seperti pelantikan pasangan H Muhammad Sani dan HM Soerya Respationo, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, 19 Agustus 2010.

Karena pertama dilantik oleh Presiden, prosesinya berlangsung megah. Bergerak dari Istana Merdeka ke Istana Negara. Dengan Kirab. Diiringi Paspampres. Gubernur dan Wakil, berjalan beriringan dengan Presiden dan Wakilnya.

Pasangan H Muhammad Sani dan H Nurdin Basirun dilantik pada 12 Februari 2016. Ada enam pasang kepala daerah dari provinsi lainnya juga dilantik saat itu. Antusiasme menyambut prosesi pelantikan itu. Karena pertama kali pelantikan gubernur langsung oleh Presiden di Istana Negara, jutaan mata tertuju ke sana.

Di Jakarta pun, usai pelantikan sebelah petang itu, sejumlah rangkaian acara sudah menunggu. Termasuk tampil di Metro Tv. Bercerita, berbagi optimisme untuk kemajuan daerah.

Usai peristiwa itu, rangkaian aktivitas di Kepri adalah membuat provinsi ini terus semakin baik. Namun, tiga purnama berikutnya, Yang Maha Kuasa lebih sayang kepada H Muhammad Sani. Tepat 8 April 2016, 57 hari setelah pelantikan, Ayah Sani berpulang ke Rahmatullah.

Tak lama, 47 hari kemudian, tepat 25 Mei 2016, amanah kepemimpinan Kepri ada di pundak H Nurdin Basirun. Sejak itu, Nurdin, mantan Wakil Bupati Karimun saat berpasangan dengan Ayah Sani mulai melaju memimpin Kepri, hingga peristiwa itu.

Perjalanan-perjalanan menyusuri laut, di segala waktu dilakoninya. Kadang bergerah pukul 02.00 dini hari. Kadang sampai kembali ke rumah juga dini hari. Semua itu untuk bersilaturahmi.

Kadang, walau sampai dini hari ke rumah, agenda Safari Subuh tak pernah berhenti. Selalu dilaksanakan. Malah suatu kali ketika ikut Pak Nurdin, kami sempat ke masjid, yang ternyata belum buka. Karena waktu makin dekat akhirnya pindah ke masjid terdekat.

Dalam perjalanan kepemimpinan Nurdin, proses politik untuk Wakil Gubernur terus berlangsung. 22 bulan berikutnya, Kepri memiliki Wakil Gubernur. Isdianto, dilantik sebagai Wakil Gubernur untuk mendampingi Nurdin pada 27 Maret 2018.

Lengkap sudah kepemimpinan Kepri saat itu. Berjalan semua agenda untuk memajukan daerah ini. Mewujudkan visi misi. Menunaikan janji-janji. Semua untuk rakyat Kepri.

Saya pun menikmati perjalanan kepemimpinan itu. Sampai peristiwa itu. Kembali mengubah kepemimpinan di Kepri.

Setelah perjalanan panjang, 15 bulan berikutnya, nakhoda Kepri kembali bertukar amanah. Pada 27 Juli 2020, amanah kepemimpinan ada di pundak Isdianto. Dalam setahun masa kepemimpinan di Kepri, ada tiga gubernur, dua wakil gubernur dengan empat kali pelantikan. Semua di Istana Negara.

Pelantikan Pak Isdianto sebagai Gubernur pun dalam keserdehanaan. Wabah Covid19 membatasi semua itu. Tak banyak juga yang bisa masuk di Istana. Sangat-sangat terbatas.

Dalam prosesi itu, teringat juga pesan-pesan Pak Presiden. Yang bilang Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan wakil pemerintah pusat di daerah. Minta berpedoman pada visi misi yang sama. Agar bisa membangun keterpaduan, memperkuat sinergi dalam mempercepat pembangunan.

Jokowi juga mengingatkan tugas maha berat Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu memastikan semua rakyat yang dipimpinnya cukup pangan, mendapatkan air bersih, memperoleh listrik, menikmati layanan transportasi umum yang terjangkau, serta mampu mengakses layanan pendidikan dan kesehatan dengan kualitas yang baik.

Mempersiapkan daerah untuk menghadapi era kompetisi, era persaingan dengan semangat kerja keras, produktifitas dan inovasi. Sehingga bisa bersama-sama menjadi bangsa yang terdepan dan berkemajuan. Menjadi bangsa pemenang.

Kata pemenang itu yang kini sedang dinanti. Pada ujung tahun nanti. Ketika konstestasi dilangsungkan. Untuk Kepri. Ada tiga pasang yang sedang bersiap untuk diberi amanah dan tanggung jawab. Membawa Kepri semakin baik. Setelah dilanda pandemi.

Tentu setelah itu, pada 2021 nanti, mungkin pada 12 Februari juga, saya bisa menyaksikan kisah pelantikan. Iya, kisah kelima di Istana Negara yang membawa banyak cerita. Kebahagiaan. Juga masa depan kampung saya ini.

Write A Comment