Ketika maskapai Wings Air membuka rute penerbangan ke Pulau Letung, Kabupaten Anambas, saya langsung teringat Padang Melang. Pantai yang begitu panjang, hingga delapan kilometer membentang di sisi timur Jemaja.

Penerbangan dari Batam memakan waktu 65 menit. Rasanya perlu diagendakan untuk menikmati pesona wisata di pantai yang setiap tahun digelar Festival Padang Melang ini.

Dalam beberapa kesempatan, saya pernah bertugas di Letung dan hanya sekejab menikmati pesona Padang Melang. Pada beberapa kepergian, memang menggunakan kapal laut, mengikuti rombongan. Kini, selain dengan pesawat, kapal-kapal cepat yang memakan waktu antara tujuh hingga sembilan jam dari Batam atau Tanjungpinang, bisa membawa sampai ke Letung.

Aksesbilitas menjadi salah satu yang penting dalam pengembangan pariwisata. Untuk ke Letung, aksesbilitas atau konektivitas sudah semakin baik. Bisa jalur laut maupun udara.

Saya memilih jalur udara. Penerbangan selalu terjadwal pada pukul 12.30 WIB. Bolehlah berharap maskapai ini selalu terbang tepat waktu. Dengan begitu, agenda makan siang bisa didelay hingga tiba di Letung. Lapis-lapislah sedikit selama di Hang Nadim supaya cacing di perut tidak mengamuk-ngamuk kali.

Tempat makan di penginapan menjadi tujuan utama. Banyak pilihan olahan makanan dari penghuni laut Letung. Saya memilih asam pedas dan ikan digoreng dengan cabe hijau. Sedapnya menusuk ke mana-mana.

Tapi sebelum menu utama tiba, sajian pembuka selalu diberikan. Ada pisang goreng dengan tempongnya yang membuat lidah ini jadi rempong. Baca juga http://beradadisitu.com/2018/10/06/karena-tempong-lidah-pun-rempong/

Petang pun tak lama langsung menjelang. Waktu yang tersisa untuk pertukaran peran matahari dan bulan, manfaatkanlah untuk jalan-jalan.

Tapi jangan ke Padang Melang. Terutama untuk penikmat senja yang jingga. Tak ada sunset di sini. Di Padang Melang, matahari pagi yang selalu menyapa.

Pilihlah Air Terjun Naraja. Barangkali, bisa juga mengagendakan mandi petang di sini. Air terjunnya memang tidak sekencang dan sebanyak dulu. Seperti dituturkan beberapa warga saat saya di sana.

Apalagi jika tidak musim hujan. Tapi ada beberapa kolam yang membuat ramai orang mandi di sana. Kalau mau menikmati cucuran langsung air dingin dari celah-celah batu, yang menyegarkan.

Setelah melewati petang pertama di Jemaja, agendakanlah pagi hari ke Padang Melang. Saat fajar tiba. Saat  matahari mendapat giliran menerangi bumi.

Lupakan sejenak tagihan dan angsuran. Nikmati indahnya sunrise.

1 Comment

Write A Comment