PIANTAN

Beberapa kali, mengutip quote-quote yang menurut saya menarik dari sebuah film. Walau lebih banyak dijadikan status medsos daripada perenungan. Seperti kata Iron Man di Avengers: End Game: ternyata kebencian itu merusak dan aku tak suka itu. Film-film baru rilis menjadi sumber pengutipan quote itu. Masih baru. Selalu segar. Apalagi yang meledak di pasaran. Untuk semua

SEKETIP

Dahulu sungainya masih ada. Bermuara ke laut. Dijadikan laluan untuk menurunkan kapal kayu buatan tempatan. Juga berpasir. Barangkali ini jadi pertanda kawasan tersebut diberi nama Sungai Pasir. Sungai Pasir ini menjadi tempat saya dilahirkan. Tercatat di dokumen resmi kenegaraan. Tapi sungai itu sudah tiada. Demikian juga dengan dua usaha kapal di kawasan itu. Semua “tereklamasi

WARITA

Waktu itu, memang dilarang memakannya. Takut cepat lupa. Apalagi kalau dah belajar dan menghafal, nanti kelupaan kalau termakan makanan ini. Kami menyebutnya lupa ikan. Istilah populernya adalah gelembung ikan atau fish maw. Di antara jeroan ikan lainnya, lupa ikan ini selalu disertakan saat dimasak. Terlebih ketika digulai lemak atau asam pedas. Tapi, yang boleh makan

NURAGA

Dian Sastro bilang dia harus ke sana. Karena hanya ada di situ. Jadi sayang kalau sudah sampai ke Pontianak, Kalimantan Barat tidak sampai ke situ. Saya juga. Harus ke tempat yang ingin dituju Dian Sastro. Di situ mulai ada persamaan, saya dan Dian. Untuk menikmati Pengkang. Maka, pencarian Pondok Pengkang pun teragenda. Ketika ke Pontianak.

PADUK

Awal Juni lalu, untuk pertama kalinya pesanan majalah Mata Puisi sampai melalui surat elektronik. Di antara semua bahasan itu, perihal hari puisi nasional menjadi bagian yang saya baca dengan seksama. Intinya, harus ada hari untuk itu. Perserikatan Bangsa Bangsa pun, sejak 21 Maret 1999 menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Puisi Sedunia. Bagi komunitas tertentu, penetapan

BOSETA

Empat kali. Pelantikan untuk pemimpin Kepri. Di Istana Negara Jakarta. Untuk satu periode kepemimpinan. Saya sempat berada disitu, di peristiwa-peristiwa pelantikan itu. Kadang berbincang sebelum dan sesudah peristiwa yang membanggakan itu. Kadang memandang kegembiraan para pendukung. Kadang berfoto untuk mengenang pernah ada di sana. Istana Negara. Ini kali pertama Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik langsung