PIANTAN

Teman itu sudah berubah. Penampilannya. Tidak lagi ransel besar. Yang digendongnya ke sana-sini. Hanya sesekali. Kalau pulang dari luar kota. Ketika langsung berkumpul buat nyeruput secangkir kopi. Di kedai kopi, atau cafe atau sebutan lainnya kisah-kisah itu bermula. Untuk berbagi cerita gembira. Atau kisah politik yang mengada-ada. Semuanya harus membuat tawa. Temannya teman sudah berkumpul.

SEKETIP

Dahulu sungainya masih ada. Bermuara ke laut. Dijadikan laluan untuk menurunkan kapal kayu buatan tempatan. Juga berpasir. Barangkali ini jadi pertanda kawasan tersebut diberi nama Sungai Pasir. Sungai Pasir ini menjadi tempat saya dilahirkan. Tercatat di dokumen resmi kenegaraan. Tapi sungai itu sudah tiada. Demikian juga dengan dua usaha kapal di kawasan itu. Semua “tereklamasi

WARITA

Ternyata kebencian itu merusak dan aku tak suka itu. Itu kata Iron Man, dalam lakon di Avengers: End Game ketika nak berbaik-baik lagi dengan Capten America. Karena sebelumnya mereka berdua macam saling benci. Sampai menemukan musuh bersama: Om Thanos. Walaupun merusak, pada beberapa manusia, kebencian itu dipelihara. Malah disemai kemana-mana. Untuk mencari teman agar benci

NURAGA

Seorang teman yang bukan penikmat kopi pun merasakan kelezatannya. Padahal ada keseganan dengan lambung yang selalu berontak jika bertemu kopi. Tapi, saat berada di situ, di Kopi Sekanak, semuanya menjadi mesra. Lambung tidak membangkang. Duduk pun menjadi tenang. Apalagi kalau melihat makanan yang terhidang. Lupakanlah yang dipantang larang. Kedai Kopi Sekanak. Sesekali, saya selalu beradadisitu.

PADUK

Saat pergantian tahun, sebagian orang selalu memasang tekad masing-masing. Membuat resolusi apa saja yang akan dilakukan tahun berikutnya. Walaupun ada yang semacam ikut arus memasang resolusi pergantian angka. Terlaksana atau tidak, tunggulah 52 pekan berikutnya. Kalau tidak, munculkan lagi resolusi baru di penghujung tahun. Atau niatkan menuntaskan resolusi yang seolah-olah keren itu. Kadang, saya pun

BOSETA

Tiap orang punya sentuhan dan kenangan yang berbeda dengan almarhum H Muhammad Sani. Gubernur Kepri 2010-2016. Menjalani periode kedua selama 57 hari, Yang Maha Kuasa memanggilnya untuk kembali. Bulan ini, tepatnya 12 Februari, telah empat tahun lalu almarhum dilantik di Istana Negara. Saya mulai berdekatan dengan almarhum saat beliau menjabat sebagai Bupati Karimun. Itupun lebih